Mas Wahyu Didik Berbagi Cerita

Business Fable: Fable yang Mengajar Bisnis

6 Jan 2013 - 14:41 WIB

Business fable merupakan fable di dalam novel, kumpulan cerita pendek, atau pun komik yang berbagi pelajaran yang dapat di aplikasikan ke dalam dunia bisnis. Bisnis fable menyampaikan pesan yang berisi seputar manajemen perubahan ( change management), penetapan sasaran (goal setting), inspirasi, pemberdayaan diri, kepemimpinan, seni penjualan dan pemasaran, customer service, strategi dan kesuksesan.

Menurut Wikipedia, fabel merupakan cerita fiksi dimana tokoh-tokohnya adalah binatang, mahluk mistis, tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan kekuatan alam yang berkomunikasi seperti manusia. Biasanya fabel memiliki pesan moral. Walau pun ada penokohan manusia dalam fabel, jumlah tokoh manusia di dalamnya sedikit.

Beberapa Bussiness Fable terlaris versi New York Times Bestsellers, antara lain:

  • Who Moved My Cheese karya Spencer Johnson tentang tikus dan mahluk lain yang berusaha mencari keju
  • The Corporate Shaman karya Richard Whiteley yang berkisah tentang penggunaan pengetahuan totem untuk memberdayakan orang dalam perusahaan.

  • The One Minute Manager, karya Ken Blanchard, tentang seseorang yang belajar untuk menjadi manajer yang efektif.
  • The Traveler’s Gift karya Andy Andrews, bercerita tentang seorang pria yang kehilangan pekerjaan dan kesulitan keuangan tetapi akhirnya menemukan jalannya setelah melakukan perjalanan ajaibnya.
  • Surviving your Serengeti, karya Stefan Swanepoel, bercerita tentang pelajaran bisnis dan kehidupan dari binatang-binatang di Afrika.

The Go-Giver, FISH! philosophy, A Genies’s Wisdom, dan Messages from the Fable World merupakan contoh business fable lain yang menyampaikan pesan yang bermanfaat untuk pengembangan life skill dan memberi inspirasi dalam bisnis.

Dari tanah air pun tak ketinggalan, BENY SUDARMAJI, seorang NLP Trainer, motivator, coach dan juga enterprenuer yakin bahwa metafora, teknik komunikasi bawah sadar yang sangat dahsyat, menulis buku bergenre business fable berjudul Katak Keluar Tempurung

Mengapa para penulis memilih menyampaikan pesan melalui business fable dari pada menulis buku tentang bisnis atau manajemen? Dalam fable, pembaca terlarut dalam cerita serta belajar darinya dan tidak menghakimi tentang apa yang diajarkan penulis. Kebalikannnya, jika penulis mengajarkan konsep-konsep bisnis, pembaca bisa saja jadi skeptik dan bertanya-tanya,Di mana kamu dapatkan risetnya? Selain itu fabel ditulis dengan bahasa yang sederhana.

Sumber: Fable Fantasy


TAGS   Business fable / fable fantasy /


Ini Lho Aku

@maswahyudidik
Halo, nama panggilan sesuai KTP nama saya Wahyu, di kampung di Jogja nama panggilan saya Didik. Di Goodread nama saya YW Purnomosidhi. He he saya kadang-kadang blogger, penulis cerpen fabel, penterjemah dan internet marketer.

Recent Post

Recent Comments

Archive