Mas Wahyu Didik Berbagi Cerita

Pemimpi dan Peragu

15 Jul 2011 - 09:30 WIB

Dikutip dari buku Dreams are Whispers From the Soul
Oleh Marcia Wieder

Ada banyak aspek berbeda yang hidup dalam diri kita dan dua di antaranya adalah Pemimpi (Dreamer) dan Peragu (Doubter). Ketika mengejar impian, Pemimpi (Dreamer) sering kali bekerja dengan antusias tetapi pada saat yang sama Peragu (Doubter) dapat memberikan setumpuk kekawatiran dan isu.

Setelah berpidato di Roma, seorang perempuan dengan aksen yang indah menanyakan kepadaku apa salah satu impian pribadiku.

Karena kukira takkan bertemu dengannya lagi, kuputuskan untuk mengungkapkan impianku yang terpendam, salah satu hal yang kurahasiakan dengan baik dan bahkan aku sempat mulai melupakannya.

\”Impiannku adalah menghabiskan waktu musim semi dengan menulis di Kepulauan Yunani,\” jawabku.

I pun memberikan kartu namanya padaku dan membalas, \”Aku punya vila di Yunani. Kalau mau silahkan datang bertamu ke tempatku.\”

Aku tak mengira dan teringat bahwa hal-hal luar biasa jika kita berbagi tentang impian kita. Aku sangat gembira, dan lebih tepatnya bagian diriku yang merasa senang. Ada sesuatu dalam kepalaku dan suara-suara silih berganti terdengar akrab.

Pemimpi: Aku sangat gembira!
Peragu: Ini bukan aku. Aku tidak suka semua ini. Tempat itu terlalu jauh dan bisa berbahaya.

Pemimpi: Omong kosong. Inilah impian yang didihidangkan untuk ku pada sebuah piring perak.
Peragu /Realis (keduanya sepupu dekat): Siapa yang akan jalankan bisnismu ketika kamu pergi?

Pemimpi: Timku yang hebat yang dapat kuandalkan.
Pergu: Baiklah, apa jadinya pendapat klien mu ketika mereka tahu kamu liburan ke luar negeri selama tiga bulan?

Pemimpi: menurutku sebagai Pelatih Mimpi, ini akan terlihat baik.

Ketika And terhenti, menunda, atau khawatir, itulah kesempatan bagi Si Peragu untuk mengambil alih. Jika diabaikan, akan menyabotase impian Anda. Jadi, bagaimana cara menghadapinya? Kecilkan volume suaranya sederajat lebih rendah dan Si Peragu manjadi Realis, bagian yang ingin mengetahui dimanakah datangnya waktu dan uang untuk keberanian Anda.

Tetapi sebelum Anda mengecilkan suara Si Peragu, dengarkanlah. Ia akan memberi anda informasi berharga seperti daftar hambatan yang kemuadian dapat Anda kelola cara mengatasinya. Kebebasan datang ketika Anda menghargai kebijaksanaannya dan pengertiannya dari pada menghakiminya sebagai musuh.

Jika Anda tidak pernah berhadapan dengan keraguan Anda dan bertemu keraguan orang lain di tengah perjalanan, keraguan mereka akan memperbesar keraguanmu. Tetapi, jika kamu telah mengelola keraguan Anda sendiri, pada kesempatan berikutnya, Peragu menantang Anda, bedanya, hal ini akan menjadi kesempatan untuk memperdalam komitmen Anda dan peneguhan impian Anda.


TAGS  


Ini Lho Aku

@maswahyudidik
Halo, nama panggilan sesuai KTP nama saya Wahyu, di kampung di Jogja nama panggilan saya Didik. Di Goodread nama saya YW Purnomosidhi. He he saya kadang-kadang blogger, penulis cerpen fabel, penterjemah dan internet marketer.

Recent Post

Recent Comments

Archive