Mas Wahyu Didik Berbagi Cerita

Jangan Bilang Gaji yang Diinginkan Sama Dengan UMR

12 Nov 2010 - 14:39 WIB

Mulai dari bulan September sampai bulan November, banyak Perguruan Tinggi yang mengadakan wisuda. Bagi lulusan baru banyak yang memang sudah bekerja karena mereka bekerja sambil kuliah. Tetapi banyak juga yang masih melirik sana-sini kali-kali ada lowongan kerja yang sesuai, baik bagi mereka yang masih menganggur maupun bagi yang sudah bekerja untuk mencari posisi yang lebih baik yang membutuhkan pengalaman. Baik dengan mencari informasi dari teman, ikut bursa kerja, maupun mencari infromasi lowongan dari media lainnya.

Ketika mengisi formulir pelamar kerja atau sedang dalam sesi wawancara kerja, tak jarang perusahaan menanyakan “expected salary” atau “gaji yang diinginkan.” Sayangnya, ada teman-teman pelamar yang menjawabnya dengan “sesuai UMR.” Ketika ditanya “Emang UMR tu berapa sih?” Ada yang menjawab “tidak tahu” dan setelah diberitahu besaran Upah Minimum, biasanya berkomentar: “Hah? Dikit banget?” Namanya juga minimum. Makanya jangan jadikan yang minimum sebagai gaji yang diinginkan.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal itu, hanya sayang saja kalau teman-teman lulus dari perguruan Tinggi atau mungkin lulusan Sekolah Menengah tetapi berpengalaman meminta standar gaji sama dengan UMR/ UMK.

UMR (Upah Minimum Regional) atau pun UMK (Upah Minimum Kota) yang ditetapkan oleh pemerintah merupakan hasil kajian dari diskusi antara para pengusaha, serikat pekerja, dan pemerintah. Diskusi itu berdasarkan hasil survei Kebutuhan Hidup yang Layak (KHL), yang dulunya Kebutuhan Hidup Minimum. Kebutuhan ini nilai rupiahnya semakin tahun semakin meningkat karena adanya kenaikan harga atau inflasi. Ironisnya, penetapan Upah Minimum biasanya lebih rendah dari Kebutuhan Hidup yang Layak. Biasanya sih pada bulan-bulan menjelang akhir tahun mereka lagi hot-hotnya membahas tentang hal ini.

Kembali ke topik jawaban untuk gaji yang diinginkan, lebih baik jangan menjawab dengan besaran yang lebih kecil dari Kebutuhan Hidup yang Layak. Untuk itu perlu mengetahui informasi tentang survei gaji, upah minimum (dapat dilihat di situsnya APINDO), maupun besarnya kebutuhan hidup yang layak. Coba tanya teman-teman yang sudah berpengalaman kerja atau tanya Om Google yang siap mencarikan info buat kamu.

Selamat Berjuang!


TAGS   kerja / karir / lowongan / upah minimum / KHL /


Ini Lho Aku

@maswahyudidik
Halo, nama panggilan sesuai KTP nama saya Wahyu, di kampung di Jogja nama panggilan saya Didik. Di Goodread nama saya YW Purnomosidhi. He he saya kadang-kadang blogger, penulis cerpen fabel, penterjemah dan internet marketer.

Recent Post

Recent Comments

Archive